Tuesday, 21 April 2009

Yang Berlalu,Biarlah Berlalu...

Mengingati masa lalu dan menghadirkan kembali dalam kehidupan kita sekarang, kemudian bersedih di atas kedukaan dan kegagalan di dalamnya merupakan satu tindakan yang bodoh dan gila. Itu sama ertinya dengan membunuh semangat, membunuh harapan dan menghalangi orang untukmenjalani kehidupan yang seadanya.
Bagi orang berfikir, peristiwa masalalu akan dilipat dan tidak akan dilihat kembali. Kita harus mengurungdan melupakanya di dalam penjara, mengikatnya dengan tali yang sangat kuat agar tidak dapat keluar dan melihat cahayanya. Kerana bagaimanapunberbagai peristiwa tersebut hanya sebahagian dari masa lalu dansekarang semuanya telah berakhir.
Dengan demikian, tidak akan ada lagi kesediahan, dukaan dan kegagalan lain. Semuanya tidak akan dapat berulang dan hidup kembali, kerana ianya memang sudah tiada.Janganlah anda hidup di dalam mimpi-mimpi buruk masa lalu, atau dibawahbayang-bayang kesediahan masa lalu. Angkatlah diri anda dari fantasi tersebut!
Apakah anda menginginkan berbagai musibah dan pengorbanan tersebut berulang lagi? Apakah anda mengharapkan matahari kembali ketempat asalnya?, bayi ke perut ibunya, air susu kembali ke payu dara si ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata, pdahal semuanya hanya akanmengalirkan kembali air mata anda?Dengan kembali ke masa lalu, bererti anda akan merasakan kembali keresahan. Masa lalu tak ubahnya api yangterus membakar dan melemparkan diri ke masa lalu dan hal tersebutmerupakan keadaan yang sangat yang menyedihkan, sekaligus menakutkan.Membuka kembali lembaran masa lalu hanya akan merosakkan suasana yang ada dan mensia-siakan perjuangan yang selama ini sudah dilakukan.

Allah Subhanahu Wa Taala telah mengingatkan kita dengan umat pada masa yang lalu serta apa yang telah mereka perbuat… renungkanlah ya.. sayang. Semuanya telah berlalu dan tidak akan berulang kembali. Dan tidak ada manfaatnya memutarkan roda sejarah sekadar untuk melukiskanbencana zaman itu.Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tidak ubah seperti orang yang mengggiling tepung, padahal dirinyasendiri tergiling di dalamnya. Bencana dapat menimpa bila kita lemah menghadapi masa kini dan menyibukan diri dengan masa lalu. Kita mensia-siakan keindahan istana yang kita miliki dan mempertaruhkan semuanya demi sebuah penampilan masa lalu yang telah usang. Padahal seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semuahal yang telah berlalu, nescaya mereka tidak akan mampu melakukannya,kerana pada dasarnya semuanya itu mustahil.

No comments: